Catatan dari Meja Kerja: Elegansi Tukang Nyontek

Daftar Isi

Meja kerja dengan laptop, tumpukan buku, catatan, dan secangkir kopi sebagai ilustrasi proses menulis serta refleksi tentang AI
Gambar: Dari meja kerja, setiap catatan berangkat sebagai draf, berkembang menjadi gagasan, lalu dibagikan sebagai ruang dialog tentang AI dan proses berpikir.

Pranoto Jiwo, Ruang Tunggu — Saya menulis sebuah catatan dan coret-coret di Substack yang berjudul ‘Nyontek’ Elegan, Tapi Penuh Kecerobohan sebagai respon awal terhadap banyaknya informasi dan konten sosial media. Respon ini hanyalah draf awal sebelum nantinya akan dikembangkan menjadi tulisan yang lebih matang.

Lantas mengapa saya menyebarkan dan membiarkan tulisan mentah ini terbaca khalayak? Karena sebagaimana kebiasaan dan prinsip yang saya pegang, setiap hal mulai dari proses menulis hingga tulisan itu layak dibaca, akan dibagikan menjadi konsumsi publik.

Makanya saya mengusung dan mengkategorisasi setiap gagasan maupun konsep menjadi tiga ruang, yaitu Ruang Baca, Ruang Temu, dan Ruang Tunggu. Selain itu, ini adalah bentuk komitmen atas proses menulis saya selama ini—pola dan prinsip juga saya terapkan ke Ritus & Langgam, platform media independen dan ruang penerbitan yang saya gagas.

Ritus & Langgam saya jadikan tempat segala bentuk keresahan bertemu dan lahir dengan rupa yang paling indah. Jika ada yang ingin tahu lebih jauh bisa kunjungi rituslanggam.com.

Di platform Ritus & Langgam, penerimaan saya terhadap Tukang Nyontek juga akan ditemukan, karena bagaimanapun saya tidak akan bisa lepas dan harus menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi. Tapi saya membatasi diri pada bagian-bagian tertentu dari elegannya tukang nyontek ini. Sebagai penegasan lebih, ini bukan pembelaan terhadap apa yang membuat saya risih, ini murni adaptasi agar tak tergerus oleh zaman.

Kembali lagi ke awal mengenai draf tulisan yang saya bagikan di Substack—Tukang Nyontek atau yang biasa orang-orang maupun penggagasnya sebut sebagai Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI)—adalah upaya saya dalam menjawab dan memberikan gambaran bagaimana teknologi ini menurunkan kognitif pengguna dan menggerus nalar kritis serta berdampak pada mentalitas. Semua tulisan yang berkaitan dengan Tukang Nyontek akan saya bagikan melalui Serial AI. Saya tidak bisa menjanjikan akan hadir setiap minggu, karena bagaimanapun ada kendala dan keterbatas waktu selain mengurus konten untuk Ritus & Langgam. Situs Pranoto Jiwo ini sebatas ruang yang saya gunakan untuk membagikan pengalaman, keresahan, proses menulis hingga yang mungkin bersifat individual maupun persona dari kepribadian saya.

Sebelumnya saya juga pernah menerbitkan satu artikel di Serial AI dengan judul Ilusi Kecerdasan dan Jebakan Otomatisasi AI. Tulisan ini merupakan artikel pertama dari serial ini dan kedepannya akan terus diperbarui setelah melakukan riset dan pencarian bahan mengenai perkembangan AI.

Sampai bertemu di Ruang Baca mendatang.

Posting Komentar