Salah Satu Cara Berdamai dengan Segala Bentuk Keresahan

Daftar Isi
Ilustrasi visual tentang proses kreatif dalam menulis dan menyalurkan keresahan menjadi karya di Ritus & Langgam.
Gambar: Ilustrasi visual tentang proses kreatif dalam menulis dan menyalurkan keresahan menjadi karya di Ritus & Langgam.

Pranoto Jiwo, Ruang Tunggu — Ternyata tidak mudah mengelola dua entitas maupun dua wajah sekaligus dalam satu waktu meski sudah memiliki dan membuat timeline yang cukup jelas.

Sekitar pertengahan 2025 kemarin, saya memiliki sebuah keinginan—resolusi—untuk tahun-tahun berikutnya. Resolusi itu tidak muluk dan besar, saya hanya ingin mengembangkan sebuah wadah menulis yang saya buat dari tahun 2018.

Lebih tepatnya—sebelum diputuskan menjadi platform media independen dan ruang penerbitan—blog pribadi yang kebanyakan isinya gado-gado meski tetap di satu rumpun, yaitu tulisan kreatif seperti opini, puisi, hingga surat. Blog pribadi itu lahir karena kebiasaan menulis saya sedari sekolah—apabila harus dihitung, mungkin lebih dari 3 blog yang pernah dibuat mulai dari saat masih di SMK hingga awal kuliah di Jogja. Namun tidak pernah ada yang benar-benar bertahan.

Kemudian—tepat seperti yang saya sebutkan di awal, tahun 2018—setelah banyak kegagalan dan kemalasan serta kegamangan, saya kembali membuat blog pribadi di Tumblr dan Blogger dengan bermacam-macam nama yang sering bergonta-ganti—semula bernama Aurora August karena saya lahir di bulan Agustus dan berharap memiliki pemandangan cerah dengan ditemani hari-hari indah ke depannya.

Pertama kali nama ini saya gunakan di Tumblr dan alasan saya memilih Tumblr karena banyak kenalan yang bermain di sana, selain itu Tumblr juga cukup mudah digunakan dibandingkan dengan Blogger maupun CMS lainnya. Setelah saya bosan dan merasa nama Aurora August tidak mencerminkan gaya dan diri saya, saya menggantinya lagi menjadi Parameter Log. Nama ini saya juga gunakan sebagai blog pertama saya di Blogger setelah sebelumnya banyak mengalami trial & error dari tahun 2010 hingga 2012 akhir.

2010-2012 itulah masa-masa di mana saya benar-benar memperdalam tentang CMS karena selain berkaitan dengan aktivitas kuliah ketika di Universitas Teknologi Digital Indonesia (sebelumnya STMIK Akakom), hal itu juga menjadi salah satu alternatif paling cepat untuk saya mendokumentasikan tulisan. Tapi jangan tanya tulisan seperti apa, yang jelas sangat buruk dan sampai saat ini pun saya masih merasa buruk dalam menulis, terutama novel, cerpen, dan cerbung.

Setelah perjalanan panjang itu, di tahun 2018 saya memutuskan untuk memindahkan seluruh aset blog Parameter Log ke dalam Google Drive. Oiya saya lupa memberitahu alasan mengapa Parameter Log dipilih menjadi nama. Alasannya sebenarnya tidak jelas, karena setelah saya pikir-pikir pada waktu itu saya banyak berinteraksi dengan skala, batasan, harapan dari keluarga hingga persoalan hidup.

Mungkin mengenai keterkaitan dengan keluarga, orang lain juga pernah mengalaminya seperti dibandingkan dengan saudara, sepupu, maupun anak dari tetangga dan hal serupa. Namun dari segala polemik yang saya hadapi itu, saya juga mendapatkan pelajaran—pikiran berkembang menjadi lebih dewasa dan percaya bahwa hidup tetap harus berjalan bagaimanapun keadaan dan kondisi kita, tak peduli apa omongan orang terdekat maupun tetangga memandang.

Intinya saya hanya bisa menguatkan dan menolong diri sendiri, dengan cara yang saya percaya dan yakini.

Setelah fase sulit itu terlewati—tidak semuanya karena sampai saat ini pun masih ada saja promblem—dengan susah payah, saya kembali mengingat bahwa salah satu cara saya melepaskan diri dari kekalutan dan keresahan adalah dengan kembali menulis. Maka pada tahun 2018 tepat beberapa bulan sebelum pelaksanaan KKN UCY 2019, saya kembali membuat blog pribadi dengan nama Ritus & Langgam yang kini menjadi Arsip Ritus & Langgam.

Tujuannya hanya satu, menyembuhkan diri dari segala luka yang ada. Mungkin ada yang belum tahu, di tahun 2015 saya memulai kuliah lain di Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (UCY), Fakultas Ekonomi dengan mengambil jurusan manajemen ekonomi. Lantas bagaimana perjalanan blog baru ini? Tentunya bisa dipastikan lancar, tapi hanya diawal. Perasaan menggebu-gebu itu tidak bertahan lama karena kesibukan hingga keterbatasan perangkat.

Alasannya sederhana, sebelum saya menulis di blog baru, tulisan mentah atau coretan-coretannya terlebih dahulu saya simpan di Tumblr dan catatan HP. Namun lama-kelamaan saya lupa draf-draf itu, sehingga blog baru tidak lagi terurus dengan baik. Meski begitu saya bersyukur, jika saya tidak membuat blog baru 2018 lalu, maka keinginan membuat platform media independen dan ruang penerbitan tidak akan pernah terealisasi atau bahkan tidak akan pernah terpikirkan sama sekali.

Dan pada pertengahan 2025, saya memutuskan untuk memigrasi ide dan gagasan Ritus & Langgam ke wajah baru.  Sebelum memigrasi, sempat terpikir untuk menghapus blog lama Ritus & Langgam dan memindahkan seluruh tulisannya. Tapi kemudian saya urungkan, karena bagaimanapun itu adalah jejak dan sejarah kepenulisan saya. Maka diputuskanlah untuk menjadikannya arsip dengan akses yang dibatasi.

Setelah pertimbangan-pertimbangan itu, sekitar bulan Mei 2026 akhir saya membuat blueprint tentang Ritus & Langgam. Tujuannya agar kegagalan dan kejenuhan yang pernah saya alami bertahun-tahun lalu tidak kembali menjadikan momok dan penyakit. Sehingga goal yang ingin saya capai dengan wajah dan warna baru Ritus & Langgam bisa tercapai.

Setelah semua blueprint dan kebutuhan awal untuk migrasi selesai, pada 16 Juni 2026 situs utama Ritus & Langgam diluncurkan. Namun, saya juga menyadari bahwa tidak akan mudah mengelola dan menjalankannya. Terlebih dengan identitas ganda—platform media independen dan ruang penerbitan—maupun persona.

Hari ini, setelah berjalan kurang lebih 2 pekan. Kendala dan keterbatasan mulai terasa, karena memang berat menghidupkan maupun membuat ekosistem mandiri yang dikelola sendiri tanpa seorangpun yang membantu.

Tapi saya percaya, ini bukanlah akhir. Ini adalah langkah awal bagi saya untuk menetapkan arah dan jalan yang harus diambil. Meski tulisan yang tayang masih sedikit, tapi saya berjanji pada diri sendiri untik tetap dan akan senantiasa menjaga keberlangsungan platform ini.

Baik sebagai tempat mencurahkan keinginan maupun berdamai dengan segala bentuk keresahan. Sehingga keresahan itu merupa dan berkembang menjadi sehimpun doa yang diamini semesta. Sebagaimana motto yang diusung Ritus & Langgam untuk menjadi tempat segala bentuk keresahan bertemu dan lahir dengan rupa yang paling indah.

Posting Komentar